DEFENSIVE SECURITY
Threat & Vulnerability Management
Pelajari cara mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi celah keamanan sebelum dieksploitasi oleh attacker.
1. Pengantar Manajemen Kerentanan
Sebagai seorang Cyber Security Defender, tugas utama Anda adalah menutup semua celah yang mungkin dimasuki oleh musuh. Manajemen kerentanan adalah proses siklus yang konsisten untuk menemukan kelemahan di dalam infrastruktur IT.
💡 Inti Konsep: Kerentanan (Vulnerability) adalah kelemahan pada sistem, sedangkan Ancaman (Threat) adalah aktor atau metode yang dapat mengeksploitasi kelemahan tersebut.
2. Siklus Vulnerability Management
Proses ini tidak pernah berhenti dan dibagi menjadi 4 tahapan utama:
- Identification (Identifikasi): Melakukan scanning jaringan atau aset menggunakan tools seperti Nessus, OpenVAS, atau Nmap untuk mencari port terbuka dan servis yang rentan.
- Evaluation (Evaluasi): Menilai seberapa bahaya celah tersebut menggunakan standar skala CVSS (Common Vulnerability Scoring System) dari skor 1 hingga 10.
- Remediation (Mitigasi): Melakukan tindakan perbaikan seperti melakukan patching software, memperbarui versi OS, atau menutup port yang tidak digunakan.
- Verification (Verifikasi): Melakukan scan ulang untuk memastikan bahwa celah tersebut benar-benar sudah tertutup dengan aman.
🛠️ Mini Lab: Praktik Mandiri
Untuk memahami modul ini secara praktis, Anda disarankan untuk mencoba skenario berikut di komputer lokal Anda:
- Gunakan tool Nmap untuk melihat versi servis target:
nmap -sV [IP_Target] - Cari tahu apakah versi servis tersebut memiliki celah eksploitasi publik di situs Exploit-DB atau menggunakan perintah
searchsploit.